Bartno note:
Saya rasa ini gathering kedua yang saya ikuti.
Kali ini diselenggarakan oleh salah satu mal terbesar di Indonesia.
Ada lomba adu tulisan mengenai Aku Cinta Indonesia (A.C.I).
Ternyata karya ku kalah oleh peserta lain. Tak apa lah, paling tidak bisa untuk menambah isi kisah-kisah ku ini.
"Tak ada yang seperti ini, Lempar kayu jadi tanaman.
Setiap senyuman memberi ketenangan.
Ribuan pantai, ribuan gunung tenangkan pikiran.
Beribu budaya disatukan dalam negara kesatuan.
Ini tempat tinggal saya, yang saya cinta hingga menutup mata.
I love Indonesia."
Note: Itu foto tim Rampak Gendang
Sunday, February 24, 2013
Wednesday, February 20, 2013
My Addiction
Bartno Note:
It's almost a year about my first travel to camping and mountaineering.
I never tought it gonna be addicted. But this is a positive one.
Just a slight memory that still attached in my head, about my first adventure last year.
Precisely it happend in 17 to 20 Mei 2012.
It's all begin in Stasiun Senen, when we all together at 16 Mei. At that time I only knew one person, but in the end we are like one big family (20 people).
Our spirit so high when we arrived at Malang. But then when we are just only need to walking trough the path to get to Sempu Island, everything changed.
Big pour rain, make the path so slippy. Some time we fall, some time we cut our feet by the coral. Plus cold, the holiday become frightened.
Two of my friend getting chilly and dizzy. But somehow, we mannage to support each other, so we finally can see the beatiful island with hundred of stars above.
It's feel like old proverb "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang di tepian. Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian."
Then the next holiday day, it's fun, it's nice and it's more laugh. Even, at Bromo the weather is very cold.
In this picture, that's our team.
This adventure mad me a new person, a new goal to travel around Indonesia and the world.
It's almost a year about my first travel to camping and mountaineering.
I never tought it gonna be addicted. But this is a positive one.
Just a slight memory that still attached in my head, about my first adventure last year.
Precisely it happend in 17 to 20 Mei 2012.
It's all begin in Stasiun Senen, when we all together at 16 Mei. At that time I only knew one person, but in the end we are like one big family (20 people).
Our spirit so high when we arrived at Malang. But then when we are just only need to walking trough the path to get to Sempu Island, everything changed.
Big pour rain, make the path so slippy. Some time we fall, some time we cut our feet by the coral. Plus cold, the holiday become frightened.
Two of my friend getting chilly and dizzy. But somehow, we mannage to support each other, so we finally can see the beatiful island with hundred of stars above.
It's feel like old proverb "Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang di tepian. Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian."
Then the next holiday day, it's fun, it's nice and it's more laugh. Even, at Bromo the weather is very cold.
In this picture, that's our team.
This adventure mad me a new person, a new goal to travel around Indonesia and the world.
Monday, January 28, 2013
Banjir Jakarta
Bartno Note:
Banjir siklus lima tahunan Jakarta datang agak telat, seharusnya terjadi di 2012. Mungkin karena itulah dampaknya kini jauh lebih besar.
Seolah alam lebih bersatu untuk kembali mengingatkan manusia bahwa alam penting untuk dijaga!
Sekitar lebih-kurang seminggu, baru banjir mulai mereda. Tapi menurut laporan badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di akhir Januari ini, hujan kembali akan turun lebat.
Perhatian dari Gubernur baru Jakarta, Jokowi yang turun langsung melihat para korban merupakan sesuatu yang jarang dilakukan para pejabat di negeri ini.
Rencananya, Jokowi akan membuat deep tunnel dan merelokasi para penghuni di pinggiran kali Ciliwung. Setiap tahunnya akan ada 8-12 titik banjir yang akan dilenyapkan, dari sekitar 62 titik rawan banjir.
--
Melalui penelusuran langsung di hari Minggu (3 hari setelah banjir besar datang), saya mengunjungi daerah Daan Mogot dan Tubagus Angke.
Para pengungsi ada yang menjadikan Halte Trans Jakarta sebagai tempat tinggal sementara, membangun tenda jelang fly over Pesing, dan posko-posko di bawah jembatan serta di pinggir jalan besar.
Jakarta seperti bukan kota Metropolitan. Ditambah tumpukan sampah di kali-kalinya. Jakarta tampak Musam.
Tapi untungnya tidak di wajah-wajah bocah Jakarta. Mereka senang bermain air, libur sekolah, dan kemping-kempingan..
Bencana ini juga membuat warga Jakarta lebih bersatu dan saling membantu.
Lihat kan, selalu ada hikmah di balik semua peristiwa..
Sunday, January 13, 2013
Lautan Manusia Tahun Baru 2013
Bartno Note::
Selamat Tahun Baru 2013. Agak telat memang, tapi tak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu kan?
Walaupun sekarang menjelang pertengahan bulan Januari 2013. Tapi saya yakin semangat tahun baru kita masih tinggi.
Dan saya rasa juga, kayanya masih oke lah membahas acara tahun baru kemarin.
Saya tak tahu bagaimana cerita Anda? Tapi pasti Anda ingin membuat suatu momen yang seru kan?
Seperti halnya saya yang berusaha mencari tempat itu.
Akhirnya terpilihlah Bunderan HI yang sekaligus menjadi malam Car Free Night (CFN) pertama di Ibu Kota tercinta Jakarta.
Macet, pasti. Beruntung si roda dua yang aku bawa tidak ngambek. Sampai tujuan dengan selamat, dan dapat parkir yang cukup enak.
Ternyata macet tak hanya untuk kendaraan. Orang-orang pun terjebak macet. Tapi bisa dikatakan ramai lancar.
Kembang api yang sudah mencuat sejak tadi, masih terus mengajak rekan-rekannya unjuk gigi.
23.30, saya yang berusaha merangsek ke tengah Bundaran HI dengan maksud melihat panggung utama, dimana nanti Gubernur baru Jokowi akan memukul gong tanda pergantian tahun, terjebak dalam lautan manusia.
Yap, saya tepat berada dalam apitan gedung Plaza Indonesia di kiri dan Hotel Indonesia di kanan, bersama dengan orang-orang yang baru pertama kali saya lihat.
Entah karena hujan atau apa yang membuat banyak orang yang sudah berada di dalam Bundaran HI memutuskan balik melalui arah saya masuk, meskipun puncak acara 24:00 belum dimulai.
Sementara masih banyak warga Jakarta yang penasaran untuk melihat seremonial ini dan tak pernah berhenti untuk terus maju ke panggung utama.
Seperti yang dapat Anda bayangkan. Kami semua beradu badan untuk saling lewat. Yang tak kuat silahkan pingsan dan anak-anak diungsikan. Beruntung emosi masih bisa ditahan. Cuma teriakan "Woi jangan dorong-dorongan dong!"
Akhirnya terpaksa menikmati detik baru di tahun baru di tengah himpitan manusia-manusia penasaran. Petasan di angkasa, menghentikan langkah kami sementara. Setelah itu berjinjit-jinjit lagi keluar dan masuk.
Acara ini memang niat baik dari Gubernur baru. Tapi sayang koordinasi keamanan dan ketertiban tidak berjalan dengan baik.
Sepertinya bagi orang-orang yang merasakan desak-desakan itu, akan berpikir dua kali untuk datang ke acara ini tahun depan.
Walau bagaimana pun, itu pengalaman yang seru! Semoga di tahun ini, akan selalu seru dalam hidup ku, Anda dan semua mahluk di bumi ini.
:)
Monday, December 17, 2012
5 CM, Bikin Loe Makin Cinta Indonesia
Bartno note.
5 CM, satu film lagi yang diangkat dari novel bestseller dengan judul yang sama karya Donny Dhirgantoro.
Mengangkat kisah 5 sahabat, Genta, Arial, Zafran, Riani dan Ian, dalam membuat kisah hidup mereka bermakna.
Pada suatu rutinitas mereka, Genta muncul dengan ide segar yang tak bakal dilupakan nantinya oleh para sahabatnya.
Tetapi, sambil menunggu kejutan tersebut, mereka dilarang bertemu hingga 3 bulan ke depan atau tepatnya 14 Agustus. Di mana Genta akan memberitahukan tempat pertemuan mereka.
Masing-masing pun sibuk dengan rutinitasnya, Genta dengan event orginizernya, Arial yang sedang mencari cintanya, Zafran sang puitis yang mencintai adik Arial, Riani yang galau dengan cintanya, dan Ian dalam perjuangannya menyelesaikan skripsi.
Hari yang dinanti tiba, Genta mengirimkan pesan kepada 4 sahabatnya untuk berkumpul di Stasiun Senen dengan peralatan yang harus dibawa.
Kerinduan diantara mereka terpancar di mata masing-masing. 5 sahabat plus Dinda adik Arial, siap berpetualang untuk menaklukan puncak tertinggi jawa, Gungun Semeru.
Rizal Mantovani sebagai sutradara berhasil mengangkat pemandangan Semeru dan Bromo yang begitu indah.
Penulis naskah, Donny Dhirgantoro juga berhasil menggugah penonton melalui dialog-dialognya yang diperankan baik oleh para pemain. Meski kadang ada beberapa adegan yang seharusnya tak perlu dipuitiskan.
Film ini lengkap dengan unsur komedi, persahabatan, cinta, dan cita-cita, yang semakin terasa dengan iringan lagu Nidji.
Ada penampilan Didi Petet juga lho. Lucu juga adegannya aktor kenamaan Indonesia ini.
Endingnya pun di luar dugaan. Menjelang akhir, apa yang dimaksud dengan 5 cm akan dijawab oleh Juple, dan film ini juga akan membuat Anda semakin cinta Indonesia.
Saya kasih nilai 8,5 untuk skala 1-10.
5 CM
Produser: Sunil Soraya (PT Soraya Intercine Film)
Sutradara: Rizal Mantovani
Penulis Naskah: Donny Dhirgantoro
Pemain: Fedi Nuril (Genta), Pevita Pearce (Dinda), Denny Sumargo (Arial), Herjunot Ali (Zafran/Juple), Igor 'Saykoji' (Ian), Raline Shah (Riani).
Durasi: 126 menit.
5 CM, satu film lagi yang diangkat dari novel bestseller dengan judul yang sama karya Donny Dhirgantoro.
Mengangkat kisah 5 sahabat, Genta, Arial, Zafran, Riani dan Ian, dalam membuat kisah hidup mereka bermakna.
Pada suatu rutinitas mereka, Genta muncul dengan ide segar yang tak bakal dilupakan nantinya oleh para sahabatnya.
Tetapi, sambil menunggu kejutan tersebut, mereka dilarang bertemu hingga 3 bulan ke depan atau tepatnya 14 Agustus. Di mana Genta akan memberitahukan tempat pertemuan mereka.
Masing-masing pun sibuk dengan rutinitasnya, Genta dengan event orginizernya, Arial yang sedang mencari cintanya, Zafran sang puitis yang mencintai adik Arial, Riani yang galau dengan cintanya, dan Ian dalam perjuangannya menyelesaikan skripsi.
Hari yang dinanti tiba, Genta mengirimkan pesan kepada 4 sahabatnya untuk berkumpul di Stasiun Senen dengan peralatan yang harus dibawa.
Kerinduan diantara mereka terpancar di mata masing-masing. 5 sahabat plus Dinda adik Arial, siap berpetualang untuk menaklukan puncak tertinggi jawa, Gungun Semeru.
Rizal Mantovani sebagai sutradara berhasil mengangkat pemandangan Semeru dan Bromo yang begitu indah.
Penulis naskah, Donny Dhirgantoro juga berhasil menggugah penonton melalui dialog-dialognya yang diperankan baik oleh para pemain. Meski kadang ada beberapa adegan yang seharusnya tak perlu dipuitiskan.
Film ini lengkap dengan unsur komedi, persahabatan, cinta, dan cita-cita, yang semakin terasa dengan iringan lagu Nidji.
Ada penampilan Didi Petet juga lho. Lucu juga adegannya aktor kenamaan Indonesia ini.
Endingnya pun di luar dugaan. Menjelang akhir, apa yang dimaksud dengan 5 cm akan dijawab oleh Juple, dan film ini juga akan membuat Anda semakin cinta Indonesia.
Saya kasih nilai 8,5 untuk skala 1-10.
5 CM
Produser: Sunil Soraya (PT Soraya Intercine Film)
Sutradara: Rizal Mantovani
Penulis Naskah: Donny Dhirgantoro
Pemain: Fedi Nuril (Genta), Pevita Pearce (Dinda), Denny Sumargo (Arial), Herjunot Ali (Zafran/Juple), Igor 'Saykoji' (Ian), Raline Shah (Riani).
Durasi: 126 menit.
Monday, December 10, 2012
Bubur Ayam Ciledug
Bartno
Bubur ayam banyak digemari masyarakat Indonesia. Saya sendiri adalah salah satu penggemarnya.
Mendapati tempat baru si Bubur Ayam selalu membuat saya penasaran untuk merasakannya.
Seingat saya, dahulu bubur ayam hanya muncul di pagi hari. Tapi sekarang sudah merajalela di setiap waktu.
Dahulu juga disediakan cuma untuk orang yang sakit. Tapi sekarang kapan pun Anda mau mudah untuk mendapatkannya.
Variasinya pun bermacam-macam ada yang memakai telur setengah matang, kerupuk berbagai rupa, dan yang satu ini sepertinya sudah wajib, yakni, Sate.
Dari sekian banyak rasa bubur ayam yang sudah lewati jalur makanan tubuh saya, satu perbedaan yang pasti dari setiap tukang bubur adalah, Sambalnya.
Satu hal yang cukup membuat saya kesal adalah, saat mencoba bubur ayam di daerah Ciledug dekat kampus UBL, yang kalau pagi tempat itu menjadi bengkel motor.
Pertama kali coba, rasanya enak dan membuat saya ingin mencobanya lagi, harganya pun cukup murah, cuma 6000 ribu rupiah saja. Sudah dua kali saya makan di sini. Dan pas yang ketiga, tukang jualannya beda. Dan ternyata bayarannya pun beda. Tukang jualan kedua ini menagih seharga 7000.
Mmm, kesal lah saya...(tak mau lagi lah). Dan Alhamdulillah-nya, tak jauh dari situ, sebelum belokan ke arah petukangan setelah PLN. Ada tukang bubur baru.
Saya coba dan rasanya, lebih enak dari yang di dekat UBL. Sambal yang digunakannya pun beda dari yang lain. Bubur Ayam di sini menggunakan sambal goreng. Pas deh.
Penyajian kerupuknya selain yang sudah ada di piring, ditambahkan lagi satu piring kecil. Dan bubur ini menjadi bubur favorit saya saat ini.
Berikut list Bubur Ayam yang pernah saya kunjungi:
Rate dari bintang 1 bintang 5.
1. Bubur Ayam, Jl. Haji Saaba, seberang pool taxi ku, setelah kelurahan Meruya Selatan. Harga 8 ribu, penerangan kurang, rasa lumayan, pelayanan lumayan, overall, * * + 1/2.
2. Bubur Ayam, sebelum UMB dari arah H. Saaba. Harga 6000, penerangan cukup, rasa lebih baik dari no.1, pelayanan baik, overall, * * * + 1/2 bintang.
3. Bubur Ayam, deretan Jameson, tapi sayang sekarang sudah tutup. Harganya cukup lumayan mahal 20 ribu, untuk satu porsi bubur ayam kampung. Dan katanya tanpa mecin. Ada pilihan campuran bumbu ebi kering, seledri dan cakwe. Meski hambar tinggal tambahkan saja bumbu tambahan yang sudah disediakan untuk mendapatkan rasa yang sesuai selera. Maka rasanya pun menjadi mantap.
Penerangan ok, pelayanan ok. Overall * * * *.
4. Bubur Ayam, Taman Aries, ini cukup terkenal dan laris. Tapi setelah saya mencobanya, rasanya biasa saja tuh.
Penerangan cukup, harga 12-15 ribu, pelayanan baik, overall * * * + 1/2.
5. Bubur Ayam, yang deket UBL yang saya ceritakan di atas. Penerangan cukup, rasa enak, harga 7000, overall * * * +1/2.
6. Bubur Ayam, Thamrin deretan gedung Bakmi GM. Ga jauh dari gd Kosgoro. Harga 8000 (kalo ga salah, lupa soalnya), rasanya enak, tempatnya kurang nyaman, bukannya cuma pagi, antrian cukup panjang, overall * * * + 1/2.
7. Bubur Ayam, PLN Ciledug, yang saya ceritakan di atas. Pelayanan baik, penerangan baik, harga 6000, rasa enak, Overall * * * *.
8. Bubur Ayam, sebelum belokan Komp Unilever Petukangan, samping cuci motor. Harga 6000, rasa lumayan, penerangan cukup, pelayanan cukup, overall * * *.
Bubur ayam banyak digemari masyarakat Indonesia. Saya sendiri adalah salah satu penggemarnya.
Mendapati tempat baru si Bubur Ayam selalu membuat saya penasaran untuk merasakannya.
Seingat saya, dahulu bubur ayam hanya muncul di pagi hari. Tapi sekarang sudah merajalela di setiap waktu.
Dahulu juga disediakan cuma untuk orang yang sakit. Tapi sekarang kapan pun Anda mau mudah untuk mendapatkannya.
Variasinya pun bermacam-macam ada yang memakai telur setengah matang, kerupuk berbagai rupa, dan yang satu ini sepertinya sudah wajib, yakni, Sate.
Dari sekian banyak rasa bubur ayam yang sudah lewati jalur makanan tubuh saya, satu perbedaan yang pasti dari setiap tukang bubur adalah, Sambalnya.
Satu hal yang cukup membuat saya kesal adalah, saat mencoba bubur ayam di daerah Ciledug dekat kampus UBL, yang kalau pagi tempat itu menjadi bengkel motor.
Pertama kali coba, rasanya enak dan membuat saya ingin mencobanya lagi, harganya pun cukup murah, cuma 6000 ribu rupiah saja. Sudah dua kali saya makan di sini. Dan pas yang ketiga, tukang jualannya beda. Dan ternyata bayarannya pun beda. Tukang jualan kedua ini menagih seharga 7000.
Mmm, kesal lah saya...(tak mau lagi lah). Dan Alhamdulillah-nya, tak jauh dari situ, sebelum belokan ke arah petukangan setelah PLN. Ada tukang bubur baru.
Saya coba dan rasanya, lebih enak dari yang di dekat UBL. Sambal yang digunakannya pun beda dari yang lain. Bubur Ayam di sini menggunakan sambal goreng. Pas deh.
Penyajian kerupuknya selain yang sudah ada di piring, ditambahkan lagi satu piring kecil. Dan bubur ini menjadi bubur favorit saya saat ini.
Berikut list Bubur Ayam yang pernah saya kunjungi:
Rate dari bintang 1 bintang 5.
1. Bubur Ayam, Jl. Haji Saaba, seberang pool taxi ku, setelah kelurahan Meruya Selatan. Harga 8 ribu, penerangan kurang, rasa lumayan, pelayanan lumayan, overall, * * + 1/2.
2. Bubur Ayam, sebelum UMB dari arah H. Saaba. Harga 6000, penerangan cukup, rasa lebih baik dari no.1, pelayanan baik, overall, * * * + 1/2 bintang.
3. Bubur Ayam, deretan Jameson, tapi sayang sekarang sudah tutup. Harganya cukup lumayan mahal 20 ribu, untuk satu porsi bubur ayam kampung. Dan katanya tanpa mecin. Ada pilihan campuran bumbu ebi kering, seledri dan cakwe. Meski hambar tinggal tambahkan saja bumbu tambahan yang sudah disediakan untuk mendapatkan rasa yang sesuai selera. Maka rasanya pun menjadi mantap.
Penerangan ok, pelayanan ok. Overall * * * *.
4. Bubur Ayam, Taman Aries, ini cukup terkenal dan laris. Tapi setelah saya mencobanya, rasanya biasa saja tuh.
Penerangan cukup, harga 12-15 ribu, pelayanan baik, overall * * * + 1/2.
5. Bubur Ayam, yang deket UBL yang saya ceritakan di atas. Penerangan cukup, rasa enak, harga 7000, overall * * * +1/2.
6. Bubur Ayam, Thamrin deretan gedung Bakmi GM. Ga jauh dari gd Kosgoro. Harga 8000 (kalo ga salah, lupa soalnya), rasanya enak, tempatnya kurang nyaman, bukannya cuma pagi, antrian cukup panjang, overall * * * + 1/2.
7. Bubur Ayam, PLN Ciledug, yang saya ceritakan di atas. Pelayanan baik, penerangan baik, harga 6000, rasa enak, Overall * * * *.
8. Bubur Ayam, sebelum belokan Komp Unilever Petukangan, samping cuci motor. Harga 6000, rasa lumayan, penerangan cukup, pelayanan cukup, overall * * *.
Tuesday, November 20, 2012
Car Free Day ke Berapa Ya?
Bartno note:
Minggu ini adalah untuk kedua kalinya mengunjungi Car Free Day di kawasan Sudirman - Thamrin.. Tepatnya sih di Bunderan HI.
Jika dihitung-hitung sejak pertama kali digulirkan pada 27 April 2008, maka Minggu, 18 November 2012 dapat dikatakan sebagai Car Free Day ke-239.
Pada hari itu, banyak komunitas yang unjuk gigi, dari komunitas sepeda onthel, low ride bike, skateboard, dan mungkin ini juga masuk, komunitas penjual dadakan. :).
But anyway, tempat itu benar-benar spot yang bagus untuk hunting foto.
Mulai dari pola anak kecil, kumpulan wanita cantik, dan demo. Iya kebetulan, di hari Minggu kemarin, Mahasiswa UI dan beberapa LSM dan anggota masyarakat berdemo dari HI menuju Monas (sepertinya) atas serangan biadab Israel ke Gaza, Palestina.
Mungkin sembari liburan, para pendemo yang berkeluarga mengajak serta anak-anaknya.
Tapi walau bagaimana pun, tempat ini dapat dikatakan, tempatnya berekspresi warga Jakarta dan Sekitarnya. Yuk intip beberapa hasil jepretan saya dengan Sony a55.
Minggu ini adalah untuk kedua kalinya mengunjungi Car Free Day di kawasan Sudirman - Thamrin.. Tepatnya sih di Bunderan HI.
Jika dihitung-hitung sejak pertama kali digulirkan pada 27 April 2008, maka Minggu, 18 November 2012 dapat dikatakan sebagai Car Free Day ke-239.
Pada hari itu, banyak komunitas yang unjuk gigi, dari komunitas sepeda onthel, low ride bike, skateboard, dan mungkin ini juga masuk, komunitas penjual dadakan. :).
But anyway, tempat itu benar-benar spot yang bagus untuk hunting foto.
Mulai dari pola anak kecil, kumpulan wanita cantik, dan demo. Iya kebetulan, di hari Minggu kemarin, Mahasiswa UI dan beberapa LSM dan anggota masyarakat berdemo dari HI menuju Monas (sepertinya) atas serangan biadab Israel ke Gaza, Palestina.
Mungkin sembari liburan, para pendemo yang berkeluarga mengajak serta anak-anaknya.
Tapi walau bagaimana pun, tempat ini dapat dikatakan, tempatnya berekspresi warga Jakarta dan Sekitarnya. Yuk intip beberapa hasil jepretan saya dengan Sony a55.
Subscribe to:
Posts (Atom)









