Friday, February 28, 2020

Pengalaman Kena Tilang Selesai Di Pengadilan Negeri Jakarta Barat

Duduk dulu, sambil nunggu nomor dipanggil

Kesel nih, kena tilang karena cuma lupa nyalain lampu motor! ugh...Tapi mau bagaimana, ya memang alfa. Ya sudahlah.

Pekan kemarin, polisi di Jakarta Barat menggelar rajia. Kendaraan yang melewati jalur Trans Jakarta sudah pasti kena, dan pemotor yang tidak lengkap dalam berkendara juga ikutan kena. Salah satunya  saya ini, karena nggak nyalain lampu motor, pasrah deh.

Lagi antri bayar
Alhasil, saya dapat surat tilang yang mengharuskan saya hadir dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pada 28 Februari 2020. Siap!

Jreng, jreng, tanggal 28 tiba. Sampai lokasi jam 11.00, langsung menuju bagian belakang pengadilan untuk mengambil nomor antrian, rame beut sob.

Dapet dah nomor 845. Yang lagi ngantri,yang pegang nomor 550-600. "Beda 245 antrian, bakalan lama nih!".

Bener aja lama, nomor saya baru dipanggil pukul 13.40. Tunjukin nomor antrian, dan langsung bayar deh, dan SIM saya pun dikembalikan. (Kena tilang karena nggak nyalain lampu, dendanya, 71 ribu)

Alhamdulillah selesai.

Nah, supaya nggak kena nomor antrian yang panjang, sepertinya harus datang pagi-pagi sob.
Semoga bermanfaat ya infonya.


Saturday, November 14, 2015

Pempek asli Palembang Mas Cik di Meruya

Bartno note

Setiap kali pulang lewat jalur Kebon Jeruk - Meruya, saya selalu melihat ramainya sebuah pedagang kaki lima di depan Taman Aries. Karena ini nih, yang buat saya akhirnya pengin mampir ke pedagang pempek ini.



Persis letaknya setelah carefour express Meruya sekitar 50 meter ke depan. Nama pemiliknya Mas Cik, buka dari jam 17.00 sampai 23.00, malah ia bisa tutup sebelum itu. Jadi kalau mau cicipin pempek buatannya, mesti cepet!

Pempek yang dijual Mas Cik ada beberapa pilihan, kapal selam, lenjer, lenjer isi sosis, dan adaan. Mas Cik juga jual sop kuah kash Palembang, kok saya lupa namanya ya... hehehe, maaf ya, abis fokusnya ke pempek doang sih. Oh ya baru inget, setelah gogling-gogling dulu, namanya Tekwan [15 ribu], hehehe.

Untuk harganya dimulai dari 10 ribu hingga 13 ribu,,, relatif ya,, rasanya cukup lezat. Cara menggorengnya crispy, dan bumbunya pas. Sambalnya agak kurang sih menurut saya. Tapi overall, untuk skor rasa dari 1-10, saya beri nilai 8.

Pilihan minumannya, ada air mineral, dan teh yang di botol. Sedangkan cemilannya, tersedia kerupuk ikan.



Foto ini, adalah menu makan saya untuk kapal selam plus adaan, dan satu gelas air mineral. Total 24 ribu. Murah kan, kenyang? Belum sih kalo saya, hehehe, mau nambah lagi sebenarnya, tapi biar segini aja dulu, jangan terlalu diporsir kan nggak baik juga, yang berlebih-lebihan.

Sambil menikmati pempek Mas Cik itu, saya tanya-tanya dikit kisahnya.

Mas Cik mulai jualan di tahun 1998. Ia dan istri adalah asli Palembang. Seinget dia harga jualnya pertama kali 4 ribu rupiah. Resep pembuatan pempeknya ini didapat dari turun-temurun. Setiap hari istrinya yang mengolah adonan ini, dengan menggunakan ikan tenggiri. Jadi pempek Mas Cik selalu fresh.

Mimpinya, Mas Cik ingin punya toko sendiri, jadi buka dari pagi hingga malam. Semoga terwujud ya Mas Cik!

Ada yang pengin coba mampir ke sana, kalo iya, salam ya, dari saya... Terima kasih. :)

Mas Cik dan keponakannya




Monday, November 2, 2015

Versi Indonesia lagu baru Adele 'Hello'


Adele [Billboard.com]

Video baru Adele 'Hello' yang dipublikasikan lewat YouTube 22 Oktober kemarin, kini telah menyentuh angka 194 juta lebih [02/11]. Wow! Dan lagu ini berhasil membuat beberapa selebriti menangis.

Emma Watson berkicau; "I think I've played #Hello 30x plus times. @Adele thank you for being so generous with your heart and your talent. You absolute legend."

Sam Smith; "This look @adele actually made me scream like a little girl."

Kelly Clarkson; "Oh my goodness @OfiicialAdele I love #hello :) you never disappoint! I can't wait to hear the whole album! #worththewait #supportgreatmusic.

Seperti apa cerita lagu ini, berikut liriknya: 

Hello, it's me
I was wondering if after all these years you'd like to meet
To go over everything
They say that time's supposed to heal ya, but I ain't done much healing

Hello, can you hear me?
I'm in California dreaming about who we used to be
When we were younger and free
I've forgotten how it felt before the world fell at our feet

There's such a difference between us
And a million miles

Hello from the other side
I must've called a thousand times
To tell you I'm sorry for everything that I've done
But when I call you never seem to be home

Hello from the outside
At least I can say that I've tried
To tell you I'm sorry for breaking your heart
But it don't matter, it clearly doesn't tear you apart
Anymore

Hello, how are you?
It's so typical of me to talk about myself, I'm sorry
I hope that you're well
Did you ever make it out of that town where nothing ever happened?

It's no secret that the both of us
Are running out of time

So hello from the other side
I must've called a thousand times
To tell you I'm sorry for everything that I've done
But when I call you never seem to be home

Hello from the outside
At least I can say that I've tried
To tell you I'm sorry for breaking your heart
But it don't matter, it clearly doesn't tear you apart
Anymore, ooooohh
Anymore, ooooohh
Anymore, ooooohh
Anymore, anymore

Hello from the other side
I must've called a thousand times
To tell you I'm sorry for everything that I've done
But when I call you never seem to be home

Hello from the outside
At least I can say that I've tried
To tell you I'm sorry for breaking your heart
But it don't matter, it clearly doesn't tear you apart
Anymore

---

Biar lebih mempermudah berikut translate versi saya:

Hello, ini saya
Saya heran setelah sekian lama tak menyapa, kamu ingin bertemu
Untuk menyelesaikan semua
Kata mereka waktu dapat menyembuhkan, tetapi saya belum cukup tersembuhkan

Hello, dapatkah kau mendengar aku?
Saya di California memimpikan kisah kita dulu
Saat kita muda dan bebas
Tapi saya lupa bagaimana rasanya setelah dunia kita 'hancur'

Begitu banyak perbedaan di antara kita
Dan jarak yang begitu jauh

Hello, ini aku dari tempat yang jauh
Saya telah mencoba menelpon ribuan kali
Untuk mengatakan maaf atas semua yang saya lakukan
Tapi setiap kali menelpon kamu selalu tidak di rumah

Hello, ini aku dari tempat yang jauh 
Setidaknya saya bisa katakan saya telah coba
Untuk mengatakan maaf karena membuatmu patah hati
Tapi itu sepertinya bukan masalah, karena jelas hal itu tak membuatmu hancur lagi

Hello, apa kabarmu?
Ini kebiasaan aku, bercerita tentang diri sendiri, maafkan
Saya harap kamu baik-baik
Apakah kamu berhasil keluar kota, tempat di mana semua tak pernah terjadi?

Itu bukan rahasia lagi, bahwa kita berdua
Telah kehabisan waktu

Jadi, Hello ini aku dari tempat yang jauh
Saya telah mencoba menelpon ribuan kali
Untuk mengatakan maaf atas semua yang saya lakukan
Tapi setiap kali menelpon kamu selalu tidak di rumah

Hello, ini aku dari tempat yang jauh 
Setidaknya saya bisa katakan saya telah coba
Untuk mengatakan maaf karena membuatmu patah hati
Tapi itu sepertinya bukan masalah, karena jelas hal itu tak membuatmu hancur lagi, oooohh
lagi, oooohh
lagi, oooohh
Lagi, lagi

Hello ini aku dari tempat yang jauh
Saya telah mencoba menelpon ribuan kali
Untuk mengatakan maaf atas semua yang saya lakukan
Tapi setiap kali menelpon kamu selalu tidak di rumah

Hello, ini aku dari tempat yang jauh 
Setidaknya saya bisa katakan saya telah coba
Untuk mengatakan maaf karena membuatmu patah hati
Tapi itu sepertinya bukan masalah, karena jelas hal itu tak membuatmu hancur lagi.

Wednesday, June 17, 2015

Nomor penyelamat saat rindu makan bakmi

Bartno note

Penggemar makanan berbahan dasar tepung ini yakni bakmi, bisa dikatakan jumlahnya sangat banyak. Mungkin kalau saya kira-kira, dari 10 orang, 8 orang adalah penggemar makan mie.

Karena itu, rentetan penjaja bakmi di Jakarta dan sekitarnya ada banyak. Mungkin kalau dihitung dengan benar jumlahnya bisa sampe ribuan.

Di tempat saya saja dalam radius 1 kilometer, ada sekitar lebih dari 10 penjaja mie. Namanya beragam, yang bikin beda di tiap mereka adalah sambal, pilihan menu dan bumbunya. Dan uniknya setiap mereka pula sudah punya pelanggannya masing-masing.
Bakmi Spesial GM Pangsit Goreng

Tapi sayangnya dari sekian banyak penjaja mie di Jakarta ini, tak banyak yang menyediakan layanan pesan-antar, atau bahasa bekennya delivery order. Padahal ini yang jadi penyelamat saat perut lapar berat dan lagi malas keluar rumah.

Untungnya salah satu tempat mie kesukaan saya, yang juga tempat favorit untuk makan siang saat berkantor, Bakmi GM menyediakan layanan itu. Langsung saja saya tekan nomornya itu, 021-5556007, untuk memuaskan rindu saya terhadap bakmi. Tapi kok nggak nyambung ya...

Pas dicek di websitenya ternyata nomornya udah ganti, jadi 021-1.500.677, langsung saja saya pencet nomor barunya itu. Dan dijawab langsung dengan pilihan mau pakai bahasa Indonesia atau Inggris. Karena kebetulan bahasa asing saya kuno banget, jadi saya pilih bahasa Indonesia saja.

Setelah itu suara operator wanitanya langsung bertanya mau order apa, saya langsung sesbut bakmi spesial GM pangsit goreng, bakmi spesial GM bakso, siomay ayam, dan pangsit gorengnya. Tak lama menunggu pesanan itu datang.
Siomay Ayam

Buat teman-teman yang lain, kalo pengin merasakan kelezatan menu mie di Bakmi GM atau menu pilihan lainnya tanpa harus ke luar rumah, langsung saja tekan nomor BAKMI GM DELIVERY 021-1.500.677. Untuk daftar menu apa saja yang tersedia, silakan browsing dulu di www.bakmigm.com.
Note: pemesanan BAKMI GM DELIVERY dapat dilakukan dengan minimal order 50 ribu rupiah dan dengan biaya kirim 10 ribu rupiah. Waktu antar diusahakan kurang dari 75 menit.

Jadi sudah siap untuk merasakan menu favorit Bakmi GM dengan suasana rumah sambil menonton serial favorit.

Wednesday, January 21, 2015

Isyana Saravati, pendatang baru industri musik dengan prestasi gemilang


Bartno note:

Ketika rasa akan musik menjadi cinta dan cita-cita, apa yang dilakukan selalu senang dan suka. Sekarang, setelah semua lelah mencapainya telah berubah karya, dan hasilnya dapat diterima, senangnya tiada terkira.

Begitu kiranya, cerita singkat mengenai pendatang baru di industri musik Indonesia yang bernama lengkap Isyana Sarasvati, yang lahir di Bandung, 21 tahun silam.

Lewat sebuah single berbahasa Inggris "Keep Being You" Isyana memperkenalkan jenis musiknya kepada pencinta musik di sini. Ia menyebutnya "Exploration of Pop".

Apa maksud 'Exploration of Pop' dan bagaimana kisah perjalanan karirnya? Yuk baca kisahnya Isyana.

Awal
Isyana lahir dari keluarga pecinta musik yang juga pendidik. Jazz dan klasik adalah genre musik yang sering didengarnya. Masa kanak-kanak dihabiskannya di Belgia selama 5 tahun, baru kemudian setelah Ayahnya mendapatkan gelar doktor, Isyana kembali ke Bandung, untuk memulai Sekolah Dasar.

Lewat ibunya yang merupakan pengajar electone, Isyana menjadi mahir memainkan alat ini. Isyana betah berjam-jam untuk belajar musik. Dan sejak usia 7 tahun, cita-citanya mantap menjadi seorang musisi.

"Awalnya belajar dulu, lalu mulai kursus, dan terus akhirnya ikut perlombaan," jelas Isyana kepada saya. Lalu pada usia 9 tahun ia mulai ikut berbagai perlombaan kompetisi electone. Dari yang regional, nasional, hingga internasional.

Lewat keahliannya di bidang musik ini, Isyana mendapatkan beasiswa di Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura, dalam bidang Music Performance. Karena pencapaian nilai akademik yang baik, Isyana kembali mendapatkan beasiswa penuh untuk studi lebih lanjut di Royal College of Music, London, untuk semester terakhirnya di 2015.



Prestasi

  • Lulus dengan 'distinction Grade VIII ABRSM [2007]
  • 2 kali Finalis Nasional Yamaha Piano Kompetisi [2007, 2010]
  • 3 kali Juara Grand Prix Asia Pasific Electone Festival [2008, 2009, 2011]
  • Terpilih menjadi salah satu dari 15 Composer Electone Dunia yang tampil di Yamaha Electone Concours [YEC] 2012 di Tokyo, Jepang.
  • Semifinalist Yamaha Electone Concours 2012, Japan.
  • 4 kali menjadi Juara 1 Kompetisi Piano Jawa Barat 
  • Juara 1, Kategori Profesional, Kompetisi Vokal Nasional Tembang Puitik Ananda Sukarlan, Indonesia [2013].
  • Gold Certificate, 5th Bangkok Opera Foundation Singing Competition Bangkok, Thailand [2013]
  • Juara 1, 6th Tan Ngiang Kaw/Tan Ngiang Ann Memorial Vocal Competition, Singapore [2012]
  • Terpilih dalam pertukaran pelajar ke Tainan National University of the Arts Tainan, Taiwan [2012].


Industri musik
Lewat beragam prestasinya itu, Sony Music mendatangi kediaman Isyana untuk mengajaknya bergabung di pertengahan tahun lalu. Jadilah kemudian Isyana terbang ke Swedia untuk membuat album perdananya.

Selama 15 hari di sana, Isyana menciptakan 14 lagu. Dan single perdana yang dipublikasikannya adalah "Keep Being You".

Single ini sempat merajai top hits di beberapa radio tanah air, semenjak dirilis 28 Oktober 2015. Juga sempat masuk 5 besar di iTunes.

"Ini unik banget. Jadi aku lagi buat lagu lain, dan tiba-tiba produser di sana yang juga sebagai mentor memberitahu bahwa verse pada bagian ini bisa menjadi tema baru. Ya udah dicobain dan jadilah lagu Keep Being You, yang menjadi lagu favorit aku", ungkap Isyana.

Lanjutnya, "lagu ini mengatakan cintailah apa adanya, seperti I love u just the way you are. Bahwa materi itu nggak selalu penting, padahal yang kita inginkan adalah waktu dan kasih sayang."

Mengenai genre yang diusungnya, Isyana menjelaskan, “Aku menyebutnya sendiri, Exploration of Pop. Karena aku nggak mengotak-kotakkan genre dan open minded banget sama musik. Rock, klasik, jazz, atau apa saja, bisa menjadi inspirasi. Kebetulan single pertama ini lebih ke unsur R&B-nya ‘gitu”.

@isyanasarasvati
Bandung, 2 Mei 1993
Hobi  Senang banget musik,gadget, dan waktu kecil suka aerobik, berenang, dan ice skating.
Warna favorit  Pink. Hampir semua barang yang aku beli ada pinknya.
Film favorit  Lagi suka PK, sebuah film India seperti Three Idiot.
Aktor favorit  Tom Cruise
Aktris favorit  Lagi kepikiran artis Korea IU
Lagu favorit  Klasik
Makanan favorit  Mashed potato dan nasi bogana
Musisi favorit  Komponis besar dunia klasik






Monday, September 29, 2014

IIMS untuk Liburan dan Kesenangan

Bartno note

Selama 10 hari [18-28 September] Indonesia International Motor Show [IIMS] 2014 selalu ramai dikunjungi para pecinta otomotif, penghobi [fotografer, modifikasi, dll], keluarga, dan para pencari hiburan di ibu kota.

Menurut catatan pihak penyelenggara, Dyandra Promosindo, jumlah penghunjung di hari ke-9 mencapai 380.365, lebih  banyak 6.704 pengunjung daripada tahun lalu. Karena itulah, pihak ATPM [Agen Tunggal Pemegang Merek] untuk produk otomotif Honda, Suzuki, KIA, Toyota, Mercedes dan lainnya, berupaya menarik perhatian dan hati pengujung lewat fasilitas dalam booth mereka.

Fasilitas itu antara lain, lounge seru, tempat main anak, edukasi produk, hiburan dari selebriti Indonesia, suvenir, games seru, dan tentu saja para SPG cantik dalam balutan seragam yang aduhai.

Jadi, harus datang lagi di IIMS tahun depan yang rencananya akan dilangsungkan di Agustus 2015.

Lihat keseruan IIMS 2014, dalam foto-foto ini:

Raisa menghibur pengunjung IIMS



Arkarna menjadi band internasional pertama yang tampil di IIMS


Thursday, August 21, 2014

Roaring Currents Film Epic Action Korea

 Bartno note



Menurut berita di sana, antrian untuk menonton Roaring Currents belum usai. Hingga 17 Agustus 2014, Roaring Currents mencatat rekor baru, sebagai film yang paling banyak ditonton dalam waktu 18 hari, yakni mencapai 14 juta penonton.

Dan pada malam Rabu [20/08], saya berkesempatan menyaksikan kehebatan film itu. Film arahan Kim Han-min dan dibintangi oleh Choi Min-sik serta Ryu Seung-ryong, yang berdurasi 127 menit.

Film ini menceritakan Choi Min-sik sebagai Laksamana Yi Sun-sin yang diangkat kembali untuk memimpin angkatan laut kerajaan Joeson. Ia menghadapi tantangan berat?

  • Tentara Jepang sedang menuju ibukota, dan lewat serangan dari jalur laut, Jepang yakin ibukota akan mudah ditaklukkan. Jepang memiliki lebih dari 300 kapal tempur.
  • Laksaman Yi cuma memiliki 12 kapal perang.
  • Jepang terus memberikan tekanan psikologis kepada tentara Joeson. Salah satunya dengan mengirimkan kepala-kepala tahanan mereka ke markas Laksamana Yi.
  • Kurushima Michifusa yang diperankan Ryu Seung-ryong, berjuluk Bajak Laut, ditugaskan untuk menumpas habis Laksamana Yi.
  • Moral pasukan Laksamana Yi merosot, melihat lengkap dan gagahnya armada laut kekaisaran Jepang.
  • Dengan cermat dan keberanian, Laksamana Yi menyiapkan strategi untuk menaikan kembali moral pasukannya, untuk mengatur serangannya, dan memanfaatkan gejolak alam roaring currents [arus berputar] untuk melawan armada laut Jepang.

Fighting scene, keren. Perahu perang saling adu meriam, perahu perang saling bertubrukan, arus berputar terus mengawal peperangan.

Film ini sama sekali tak ada unsur komedinya. Sedikit romantis, penuh nilai sejarah, dan pesan kepemimpinan. Bagaimana cara Laksamana Yi membangkitkan kembali semangat juang para tentaranya.

Mungkin yang bikin meledak film ini di negera asalnya adalah, karena nilai sejarah yang diceritakan, dan sosok aktor yang memerankan yaitu Choi Min-sik, yang dikenal sebagai aktor kawakan yang telah mendapat pengakuan dunia akan profesinya ini. Dan kemudian, semakin membesar karena cerita-cerita dari yang pernah menontonnya mengenai keseruan adegan laganya.

Namun bagi saya, di awal film ini agak membosankan. Cerita sejarahnya masih belum sempurna diputar agar menarik. Padahal dukungan dari sisi kostum sungguh sangat baik. Gambaran suasana membuat saya benar-benar dibawa ke jaman itu, saat tahun 1597.




Skor [10-100] --> 85

Indonesia menjadi negara pertama pemutaran film ini di seluruh bioskopnya mulai 27 Agustus 2014.

Sunday, July 13, 2014

Sukses Perpanjangan SIM

Bartno note

Gedung utama SATPAS Daan Mogot KM.11

Sebelum penghabisan Juni 2014, pada Sabtu lalu, saya melakukan rutinitas lima tahunan, perpanjangan SIM C.

Berhubung tinggal di Jakarta Barat, niat awal sih pengin memperpanjang di mobil SAMSAT keliling yang setahu saya stay selalu di Puri Indah. Tetapi, Sabtu itu mobil tersebut tak ada. Jadilah saya menuju ke kantor SATPAS Daan Mogot KM.11

Ternyata cukup cepat lho untuk mengurus perpanjangan SIM C. Catatan saya dari pukul 08.30 hingga 09.10, sekitar 40 menitan, itu pun plus tanya sana dan sini dulu.

Nah, supaya Anda lebih cepat dari saya, berikut urutan yang harus dilakukan.

Pertama
Siapkan fotokopi KTP tiga buah dan SIM C satu buah.

Kedua
Setelah tiba di sana, langsung saja menuju ke area pemeriksaan kesehatan. Letaknya, tepat di sebelah kiri [tempat ini menatap langsung ke area parkir motor], atau saat Anda masuk melewati pos parkir pertama tempat ini ada di sebelah kiri sekitar 50 meter.

Cek kesehatan


Setelah ketemu tempatnya, antri di loket pertama untuk minta form kesehatannya yang dilampirkan fotokopi KTP Anda. Di sini Anda dikenakan biaya Rp 25.000,. Selanjutnya, cek mata di ruang sebelahnya. Taruh surat rujukan kesehatan itu di meja pengetesnya. Tunggu nama Anda dipanggil, dan dalam hitungan 10 detik, dengan dua kali pengetesan huruf. Anda dinyatakan lulus, dengan tanda khusus dari si penguji.

Ketiga
Langkahkan kaki ke arah gedung utama. Tunjukkan berkas kesehatan kepada petugas di depan gedung, bahwa Anda telah lulus tes kesehatan.

Bank BRI

Setelah masuk gedung langkahkan kaki ke bagian kiri. Pandangkan mata Anda ke sebelah kanan, cari Bank BRI, untuk melakukan pembayaran SIM C, senilai Rp 75.000, kemudian geser badan Anda ke sebelah kanan Bank  BRI di situ Anda diminta membayar asuransi, dengan menunjukkan bukti pembayaran SIM C Anda. Di loket ini dikenakan lagi biaya Rp 30.000, dan diminta fotokopi KTP Anda.

Keempat
Sekarang, ke bagian kanan dari arah Anda masuk gedung ini. Atau tepat di belakang loket pembayaran asuransi.

Pengisian form perpanjangan SIM

Di sana Anda diharuskan mengisi form perpanjangan SIM. Tunjukkan semua dokumen yang Anda telah dapat tadi, ke petugas loket untuk mendapatkan form tersebut. Isi dengan lengkap. Sudah? Kemudian tunjukkan ke petugas loket bahwa Anda telah selesai mengisi form untuk diverivikasi.

Kelima
Setelah diverivikasi, saatnya Anda menuju ke area BRI tadi. Di sana ada petugas yang menjaga pintu untuk masuk ke bagian tes, foto, dan klarifikasi berkas. Tunjukkan semua berkas Anda untuk dapat masuk ke sana.

Loket perpanjangan SIM

Kalau untuk perpanjangan SIM C, loketnya ada di sebelah kiri [jelas kok tulisan loket untuk perpanjangan SIM C-nya]. Setelah ketemu keluarkan semua berkas Anda. Di sini, Anda diharuskan memfotokopi form yang telah diverivikasi oleh petugas loket. Mau tidak mau Anda harus menuju ke ruang fotokopi yang letaknya lurus searah pandangan Anda ke arah kanan [jreng ketemu kan]. Biaya fotokopi per lembar sekitar 500 -1000 rupiah [dulu saya dikenakan Rp 2.000 untuk dua KTP dan satu form]. Serahkan semua fotokopi ke petugas loket perpanjangan SIM C. Setelah petugas memeriksa, kemudian dia akan mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan foto SIM C.

Keenam
Menuju loket foto SIM di loket 24 dan 25. Serahkan dokumen yang didapat di loket perpanjangan SIM C ke meja petugas foto SIM.

Foto, ttd, dan pengambilan sidik jari

Setelah nama Anda dipanggil, sidik jari dan tanda tangan Anda akan di-scan. Baru kemudian tunjukkan wajah terbaik Anda [Sudah. Silakan menuju loket pengambilan SIM, kata si petugas foto sambil menyerahkan berkas untuk mengambil SIM].

Ketujuh
Bergerak lurus untuk menuju loket pengambilan SIM. Langsung duduk saja di ruang tunggu sembari memainkan game di smartphone Anda.

Ruang tunggu pengambilan SIM




Setelah nama Anda dipanggil. Siapakan dokumen yang sudah ditandai dari loket foto tadi, ke petugas loket pengambilan SIM. Simsalabim, SIM pun jadi dengan foto terbaik Anda. Selamat!!!


[][][]

Total cost: Rp 135.000
Parkir motor: masuk bayar 2000. Setiap jam selanjutnya 1000. Total: Rp 3.000
Biaya tes kesehatan: Rp 25.000
Biaya formulir SIM C: Rp 75.000
Biaya asuransi: Rp 30.000
Biaya fotokopi: Rp 2.000

Saturday, June 21, 2014

Mensiasati Perjalanan Dinas

Bartno note

courtesy of marila.org


Tidak selamanya tugas kantor bikin kepala mumet. Ada beberapa pekerjaan kantor yang menyenangkan dilakukan, seperti saat diharuskan bekerja ke luar kota atau perjalanan dinas.

Not always the office task made headache. There are some fun office task to be done, such as to work out of town or business trip.
Meski tetap diembel-embeli pekerjaan yang harus diselesaikan, perjalanan dinas dapat disiasati sebagai momen jalan-jalan Anda. Caranya, perhatikan tip berikut ini supaya dapat menikmati perjalanan dinas :

Although still work to be done, business travel you can turn around as a moment of your traveling. The trick, consider the following tips in order to enjoy a tour of duty:

1. Temukan waktu kosong di sela itinerary pekerjaan Anda. Supaya Anda bisa menentukan tempat wisata mana yang cocok dengan waktu luang yang ada.
 
Find spare time in between your work itinerary. So that you can determine which sites are suitable with your free time.

2. Tentukan tempat tujuan wisata. Mengingat waktu yang terjadwal, sebaiknya lakukan riset mengenai tempat wisata mana yang memungkinkan untuk didatangi sebelum berangkat tugas luar kota. Dengan tentunya menyesuaikan dengan waktu lowong itinerary Anda.

Determine tourist destination. Given the scheduled time, you should do research on sites which allow to attend before heading out of town assignment. With the course of time to adjust to your itinerary vacant.

3. Setelah sudah disesuaikan waktu dan tempat wisata mana yang akan dituju. Baru kemudian gali lebih detail lagi spot mana yang menarik, kuliner apa yang harus dicoba, dan perlengkapan apa yang perlu dibawa.

Having already adjusted the time and place where the tourist will be addressed. Only then explore in more detail where the interesting spots, culinary what to try, and what equipment needs to be taken.

4. Transportasi. Cari tahu jenis transportasi apa yang harus dinaiki untuk mencapai tujuan wisata. Jika dengan kendaraan umum waktunya masih memungkinkan lakukan saja. Karena hal itu bisa menghemat keuangan Anda yang nantinya bisa dibelanjakan lebih untuk suvenir khas daerah tersebut.

Transportation. Find out what kind of transportation to reach the destination. If using public transportation is still possible, just do it. Because it can save your finances which will be spent over the area for souvenirs.

5. Siapkan uang tunai seperlunya. Jangan sampai saat Anda membayar ternyata tempat itu tidak menyediakan alat EDC [Electronic Data Capture] untuk transaksi menggunakan kartu kredit.

Prepare the necessary cash. Do not let this happen, when you want to pay, the seller does not provide EDC [Electronic Data Capture] to use a credit card transaction.
Semoga bermanfaat dan Anda sukses menikmati wisata di sela perjalanan dinas Anda.


Hopefully useful and you success enjoy sightseeing in between your business trip.

Sunday, May 11, 2014

Kerjaan Banyak, Gaji Minim

Bartno note

Ilustrasi courtesy of telegraph.co.uk


Masih ingat saat pertama melamar-lamar pekerjaan? Dalam hati pekerjaan apa saja yang datang duluan akan diambil. Saat ditanya siap ditempatkan di mana saja? Siap diberi tugas apa saja? Jawabannya adalah siap!

Namun, benarkah Anda benar-benar siap?

Setelah tahu pas nantinya, tugas yang diberikan benar-benar banyak. Hingga sepertinya waktu seharian pun tak cukup menutup kerjaan ini.

Mengeluhkah Anda? Ya.

Bagi yang berkehidupan biasa-biasa saja, dengan jumlah tanggungan yang cukup. Memilih untuk langsung keluar kerja tanpa jaminan dapat kerjaan baru, adalah sangat riskan!

Karena itu pilihan untuk bersiap mencari-cari peminat jasa Anda yang baru adalah yang utama. Namun kita tidak tahu kapan akan mendapatkan itu.

Jadi, bagi saya, kerjaan yang sekarang ya dikerjakan sesuai jam kerja. Kapasitas diri Anda jangan dipaksakan terlalu besar. Jika mood dan tubuh terasa memang sudah cukup, ya sudah hentikan, pulang dan hibur diri Anda.

Kemudian, coba cermati lagi, temukan sisi bahagia dalam pekerjaan yang sekarang. Kembalikan lagi semangat Siap! menerima pekerjaan apa saja. Just Do It!

Mungkin, Anda malah bisa cinta dengan situasi ini. Dan bukan lagi Anda yang mencari ruangan baru. Tapi ruangan itu yang mencari-cari Anda.

Thursday, March 20, 2014

Dengan Perahu Nelayan ke Karimunjawa

Bartno note

Sunset di Dermaga Karimunjawa


Kami bukan yang mainstream. Kami ingin merasakan kehidupan lokal. Karena itulah saat berkunjung ke Karimunjawa, kami putuskan menyebrang menggunakan kapal nelayan pengangkut barang.

Dengan panjang kira-kira 18 kaki dan tinggi sekitar 3 meter, pak nakhoda membawa 21 penumpang. Untuk siap melangkah dari Pantai Kartini ke Karimunjawa.

Selain kami, ada mahkluk hidup lain yang ikut menyebrang. Sekotak besar anak ayam, mereka payah, kapal belum berangkat tapi sudah teriak-teriak.

Sekotak anak ayam


Satu jam sudah kami berlabuh, daratan perlahan mulai tak nampak. Sebaliknya ombak-ombak mulai berdatangan. 'Woles', pikir kami.

Setelah semakin dalam di lautan Jawa, alunan ombak menggoyang kapal kami, kanan-kiri, kiri-kanan. Persis seperti saat Anda menaiki perahu-perahuan di Dufan, yang penumpangnya selalu berteriak saat ayunan semakin tinggi dan kencang. Kalau kami lebih memilih menyebut nama Tuhan Y.M.E. Parahnya, di kapal ini tak tersedia satu pun life jacket. 'Waduh!' Doa kami pun semakin kuat.

Ombak terus mengayun-ayun kami, pegangan saya perkuat kepada tiang atap dekat saya. Dan saya yakin yang lain juga begitu.

Saya yang duduk di sisi kiri dipaksa mengaca pada laut, kemiringan kapal yang diayun ombak ini mencapai hampir 70 derajat. Pegangan kami pun semakin lebih erat. Terdengar suara muntah dari belakang, ternyata teman kami yang mantan preman itu mengeluarkan isi perutnya. Tak hanya sekali, saya mengingatnya tiga kali.

Bak virus, beberapa yg lain juga mulai muntah-muntah. Dan terlihat lemas setelahnya. Saya yang masih berusaha menahan, akhirnya tak kuasa juga. Isi perut ini keluar semua. Rasa pusing dan lemas pun mengiringi.

Belum pula tampak daratan, dan ombak tak mau berhenti menggoyang-goyang perahu kami. Ya Tuhan tolonglah kami.

Setelah lima jam melaut, kami mulai melihat perahu nelayan lainnya. Terima kasih Tuhan, tampaknya daratan sedikit lagi. Dan lewat di samping kami empat ekor lumba-lumba berenang dengan riangnya, seperti menyambut kami ke Pulau Karimunjawa. Melihat itu, rasa khawatir kami sedikit mereda. Dan itu menjadi perbincangan kecil kami selama sisa perjalanan ini.

Akhirnya Karimunjawa itu nampak. Senangnya! Muka kami berseri-seri. Dalam hitungan kami, lama perjalanan dari Pantai Kartini ke Karimun Jawa memakan waktu sekitar tujuh jam.

Setelah merapat di dermaga, Kami semua berjalan cepat, mencari toilet terdekat. Rupanya bukan saya saja yang menahan buang air kecil, ternyata hampir semuanya, he he he. Dan itu dia, tempat menginap kami sebuah rumah penduduk berlantai dua. Sedap, seusai bersih-bersih, kami disambut dengan prasmanan menu ikan Karimun Jawa.

Setelah kenyang, kami memutuskan menuju dermaga. Katanya di sana sunset-nya bagus. Dan memang mentari yang sedang berjalan pulang kantor ini menjadi pemandangan indah pertama kami di pulau Karimun Jawa yang listriknya mati dari pukul 6 pagi hingga 6 sore.

Melihat keindahan Karimun Jawa, kami jadi ingin ke sini lagi. Namun, tak mau lagi bertaruh nyawa menaiki kapal nelayan pengangkut barang.

Monday, March 10, 2014

Sumur Mitos di Dieng

Bartno Note:

Jatalunda


Terletak di sebelah barat Pegunungan Dieng, Jawa Tengah, Sumur Jalatunda memiliki mitos unik sebagai tempat tujuan wisata.

Ada beberapa kisah mengenai awal terbentuknya sumur ini yang menurut ilmiah terjadi akibat letusan dahsyat ribuan tahun silam. Sepengetahuan kami paling tidak ada empat cerita seru mengenai Sumur Jalatunda.

Pertama, berdasarkan cerita pewayangan katanya sumur ini digunakan sebagai tempat penghubung dunia dengan Sapta Pratala atau bumi lapis ketujuh.

Kedua, Sumur Jalatunda adalah bekas pijakan kaki Bima (tokoh wayang yang mempunyai kekuatan dahsyat dengan bersenjatakan gada). Saat sedang marah Bima menjejakkan kakinya ke tanah sehingga terbentuklah Sumur Jalatunda.

Ketiga, nama Jalatunda berarti jala dan menunda. Maksudnya kalau mempunyai cita-cita janganlah ditunda-tunda atau akhirnya kita akan menyesal, tidak dapat memiliki keingginan yang diharapkan. Sumur Jalatunda sebagai pengingat untuk mengapai cita-cita.

Keempat, siapa yang bisa melempar batu ke seberang sumur keinginannya akan terkabul.

Di luar mitos itu semua, Sumur Jalatunda memiliki pemandangan yang cukup menarik. Menuju ke sana kita harus melewati gapura dan menaiki beberapa anak tangga dengan pemandangan perkebunan penduduk dan bukit yang cantik.

Pemandangan Menuju Jatalunda

Saturday, February 22, 2014

Jalur Bersepeda Seru di Pulau Karimunjawa




Tak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, Pulau Karimunjawa ternyata juga memiliki jalur sepeda yang mengasyikkan.

Coba saja Anda bergerak ke arah Utara atau sebelah kiri jika mau masuk ke tempat wisata Bukit Joko Tuo, atau lebih tepatnya ke arah bandara Dewandaru Karimunjawa.

Terus saja ikuti jalan besar, maka sepanjang lebih dari 22 km, jalur jalan aspal yang tidak sempurna (sedikit berlubang dan berpasir) dan alur jalan yang turun-naik, serta jalur pasir menuju pinggir pantai, membuat sensasi bersepeda Anda menyenangkan.

Atau Anda mau lebih ekstrem lagi? Coba turuni beberapa bukit yang memiliki jalur setapak, seperti bukit Samarinda yang saat ini sedang dalam pembangunan sebuah hotel. Alur turunnya cukup curam dan licin, dibutuhkan keahlian cukup baik untuk tidak jatuh.

Yang juga membuat perjalanan sepeda Anda mengesankan adalah, pemandangan alam yang mempesona dan juga sambutan penduduk yang hangat.

Bila mulai kehausan sepanjang perjalanan, dalam jarak yang tidak begitu jauh, cukup banyak warung pinggir jalan. Rekomendasi saya coba es dawetnya, murah cuma tiga ribu rupiah saja.

Satu lagi saran saya, meski ada penyewaan sepeda di Karimunjawa dengan harga berkisar 30 ribu - 35 ribu rupiah, namun kondisi sepedanya kurang terawat dengan baik. Lebih baik bawa sepeda sendiri agar lebih nyaman dan safety.

Sunday, February 16, 2014

Hati

Bartno Note




Dia sama dengan kita, manusia
Senyum dan ketawanya tak terlihat beda dengan kita

Marah dan perkataannya pun juga pernah kita lakukan
Namun dia bisa merubah lingkungan
Negatif ke positif, tertidur menjadi membangun

Bukan, bukan karena ia jago bicara atau pun pandai
Tapi ia bekerja dengan hati
Hati yang sama dengan yang kita miliki
Ya, kamu, dia, saya punya hati ini
Hati ini, hati ini!

Sunday, February 2, 2014

Gardu Pandang Setieng dan Candi Arjuna, Dieng



Berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah, Anda akan menemukan banyak tempat wisata, dua diantaranya yang paling awal akan dikunjungi adalah Gardu Pandang Setieng dan Komplek Candi Arjuna.

Biasanya bila menggunakan paket wisata ke Dieng, kunjungan ke dua tempat ini sudah termasuk. Namun bagi para backpacker, wajib nih ke sini.

View of Gardu Pandang Setieng

Gardu Pandang Setieng.
Menaiki gardu ini Anda bisa melihat pemandangan Kabupaten Wonosobo yang berlatar belakang Gunung Sindoro dan Sumbing.

Menghirup udara segarnya dan mengamati alamnya sudah cukup menenangkan. Pemandangan sunrise dan sunset dari sini juga cukup mengesankan.

Komplek Candi Arjuna

Komplek Candi Arjuna.
Posisinya yang didampingi ratusan pohon cemara dan dibentengi bukit. Karena memang letaknya berada di cekungan Dataran Tinggi Dieng, membuat Komplek Candi Arjuna ini tampak eksotis.

Sehingga dapat saya katakan ini adalah sebuah lokasi yang cocok untuk membuat cerita perjalanan Anda ke masa lalu bertambah cantik. Beberapa angle foto keren dapat Anda temui di sini.

Kompleks Candi Arjuna terdiri dari lima candi; Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra, rata-rata candinya berusia lebih dari seribu tahun.

Sunday, January 5, 2014

Menikmati Malam Jakarta dari Masjid Terbesar se-Asia Tenggara

Yuk sejenak bernostalgia dengan Masjid Istiqlal yang menjadi masjid terbesar se-Asia Tenggara ini.



Terbuka untuk publik pertama kali pada 22 Februari 1978, Masjid Istiqlal menjadi landmark kota Jakarta dan bahkan Indonesia.

Masjid ini menjadi tempat rutin Presiden RI dan beberapa duta besar untuk melakukan perayaan hari besar Islam.

Tahukah Anda, masjid ini terlihat lebih indah di malam hari? Dan situasi malam Jakarta pun tampak menawan, dipandang dari tingkat empat masjid Istiqlal.

Saat malam, Istiqlal seperti dibalut emas lewat sinar lampu yang menyinari pilar-pilarnya.

Monas pun tampak anggun bersanding dengan menara Istiqlal atau Anda bisa melihat Monas mengawasi kereta api yang keluar-masuk Stasiun Gambir.

Menengok ke arah Gereja Katedral, pemandangannya tak kalah menawan. Lampu-lampu di ujung menaranya membuat cantik Katedral.



Melirik ke dalam, arsitektur Istiqlal tampak unik dipotret malam hari. Tak ketinggalan kami juga mengunjungi bedug raksasa sepanjang 3 meter dengan berat 2,3 ton dan berdiameter 2 meter. Bedug ini dibuat dari kayu meranti merah yang berusia 300 tahun.

Bro you should try your self to visit Istiqlal at night. Cukup sediakan saja uang parkir untuk kendaraan Anda.


Sunday, December 1, 2013

Disambut Ribuan Bintang di Pulau Sempu

Bartno note



Kereta Matarmaja sudah menunggu kami di Stasiun Senen. Tepat jam 14:00 kami berdua menepati janji untuk bersama menuju kota Malang, Jawa Timur.

Lebih kurang 17 jam kami saling mengenal, dan di Stasiun Kota Baru Malang kami berpisah dengan Matarmaja, untuk memulai cerita kami yang baru menuju Pulau Sempu (Segara Anakan).

Dua mobil jenis Elf kami sewa untuk menemani kami ke Pantai Sendang Biru, sebagai titik tolak kami nantinya menuju Pulau Sempu.

Kurang dari tiga jam, kini kami berada di Sendang Biru yang juga sudah diramaikan oleh para wisatawan lain.

Deretan perahu nelayan di sini memiliki dua fungsi. Menangkap ikan dan mengantarkan para wisatawan menuju Pulau Sempu.

Izin dan informasi dari petugas setempat dan penduduk, membuat kami siap untuk menempuh trek yang biasanya memakan waktu 2-3 jam saja.

Cuaca terlihat bersahabat, kami pun telah siap dengan carier kami masing-masing.

Selepas turun dari perahu, kami mengabadikan sejenak wajah-wajah semangat petualang yang sudah tidak sabar melihat secara langsung keindahan Pulau Sempu yang sebelumnya hanya melalui cerita, foto, dan video di dunia maya.

Baru sepertiga jalan, cuaca tiba-tiba berubah. Petir sekali-kali memekik memberi tahu akan segera turun hujan.

Iya tak lama setelah itu, buliran air seukuran bulir beras turun, dan semakin lama semakin banyak saja dan semakin cepat.

Langkah kami pun menjadi merambat. Tanah berubah menjadi lumpur dan licin. Karang tajam menyembul dari bawah dan akar-akar seperti tusuk gigi, juga mulai unjuk gigi.

Sandal kami pun menjadi korban. Ia tertangkap oleh para penguasa lumpur. Kaki kami kalah kuat kala adu tarik dengan mereka. Rusaklah alas kaki kami. Dan kami tak punya tameng lagi untuk menghidar dari karang tajam dan akar seperti tusuk gigi.

Meski sudah meraba-raba dan perlahan-lahan menjejak, tapi karang dan akar yang menang jumlah berhasil menusuk kaki-kaki kami. Aw,,aduh,, ahh,,, wadaw,,, ssss,, keluh kami setiap mereka berhasil mengenai kaki-kaki kami.

Sudah hampir lima jam belum juga Pulau Sempu terlihat, dan gelap semakin pekat. Rasa was-was mulai menyelimuti, Apakah kami akan berhasil?

Kami berhenti sejenak dan mulai bermunajat kepada sang Pemilik Alam Semesta. Alhamdulillah, kami bertemu pihak penjaga yang sedang mencari sepasang wisatawan yang tersesat. Bimbingan arah dari mereka, membantu kami sampai di tujuan dengan selamat. Dan doa kami untuk wisatawan yang lain agar juga mendapat keselamatan sampai sini.

Dalam keadaan lelah dan terluka. Kami mendirikan tenda untuk tempat bermalam. Setelahnya, kami membersihkan diri yang diselimuti lumpur di pantai kecil Pulau Sempu.

Masih rasa sakit di kaki kami terasa. Luka perang dengan akar dan karang belum terobati. Namun alangkah kagetnya kami, setelah hujan berhenti menyambut kami, kini ribuan bintang di angkasa mengatakan "selamat malam". Senyum dan haru kami yang tak pernah melihat begitu banyaknya bintang di angkasa membuncah. Sehingga menghilangkan semua rasa negatif kami, dan yang terpikirkan betapa indahnya tuan rumah kami "Pulau Sempu".

Tapi sayang, tak satupun kamera kami berhasil mengabadikan bintang-bintang indah tersebut. Karena itu mata-mata kami tak pernah mau berhenti menangkap momen ini. "Indahnya."

Pagi pun tiba, sinar mentari menampakan wajah asli Pulau Sempu. Pantai kecil berombak baik, air jernih tempat bermain ikan-ikan kecil, mengudang kami untuk merasakan keramah-tamahannya. Dan di atas bukit karang sana, pandangan luas Samudra Hindia menambah satu lagi kekaguman kami. Dan ini seperti dua sisi berbeda, Pulau Sempu yang dibentengi tebing cuma memberikan sedikit peluang ombak Samudra Hindia masuk melalui celah-celah dindingnya. Kami seperti dilindungi dari ganasnya ombak-ombak Samudra Hinda.

Selepas siang kami pun pulang. Dan dalam hati, Terima Kasih ya Tuhan telah Kau pertemukan kami dengan tuan rumah seindah ini.

Saturday, September 28, 2013

Beruntung di Museum Taman Prasasti

Bartno note:



Pilihan menikmati liburan di Jakarta segudang banyaknya. Tapi kami berempat ingin kembali menikmati saat Sekolah Dasar dulu, berkunjung ke museum, sekaligus mengasah insting fotografi kami.

Pilihan pun jatuh ke Museum Taman Prasasti yang terletak di Jl. Tanah Abang no.1 Jakarta Pusat. Karena berdasarkan rekomendasi banyak teman, seringnya fotografer berkunjung ke sini untuk membuat cerita mereka masing-masing.

Pada hari Sabtu di pertengahan Maret 2013, sekitar pukul 11 siang kami tiba di Museum ini.

Dengan tiket masuk yang cukup murah yakni Rp5.000, kami diberi waktu hingga pukul tiga sore nanti. Karena memang jadwal buka museum ini dari pukul 9 pagi hingga 3 sore. Senin dan hari libur nasional, Museum Taman Prasasti libur.

Yap, memang banyak spot asyik untuk mengasah skill fotografi. Dan di sini beruntungnya, pada hari yang sama kebetulan ada beberapa fotografer lain yang lebih profesional karena adanya model yang diikutsertakan.

Pas! Sowan lah kami untuk ikut serta menangkap gaya si model cantik itu. Dan lebih enaknya lagi, mereka pun mengijinkan kami untuk memberikan arahan gaya kepada modelnya.
Beruntung kan!

So guys, jika budget memang sedang mepet berkunjung saja ke sini. Selain spot yang asyik untuk memotret, Anda pun bisa melihat secara langsung puluhan patung bergaya Eropa, dan siapa tahu Anda pun seberuntung kami.

Oh iya, prasasti memperingati perjuangan Soe Hok Gie juga ada di sini.

Saturday, September 7, 2013

Pulau Pari Bersuara Tokek





Belum lama ini saya dan enam sahabat saya berlibur menuju Pulau Pari yang masuk dalam bagian Kepulauan Seribu.

Merujuk dari namanya kayanya sih bakalan melihat Ikan Pari.

Tapi nyatanya setelah sampai di sana tak ada Ikan Pari yang bisa dilihat atau pun disantap.

Yang ada hanya sebuah monumen Ikan Pari sebagai penunjuk Pulau Pari.

Malah binatang yang kami temui ada Kepiting, Kucing dan raja di saat malam 'Tokek.'

Bunyi Tokek di malam hari seperti senandung musik yang meliputi Ibu Kota.



Terlepas dari itu semua, Pulau Pari memang memiliki daya tarik wisata yang keren. Sebut saja Pantai Pasir Perawannya yang jernih dan indah. 

Sedikit bermain angle foto, maka banyak orang tak menyangka bahwa saya berwisata di wilayah Jakarta.






Kami berangkat dari Muara Angke dan berlibur di sana selama dua hari satu malam. Tanpa menggunakan paket travel, saya pribadi menghabiskan biaya sekitar 250 ribu rupiah saja. 

Tapi kami di sana tidak melakukan snorkling dan bersepeda. Cukup dengan berkano ria dan menjelajah pulau dengan jalan kaki, sudah sangat menyenangkan.

Saya sendiri masih belum puas di sana. I will go there again! 

Thursday, August 1, 2013

Perpisahan Mengharukan

Bartno Note



Yesterday another separation ceremony. But now more sadden the before. Everyone has a crystal in their eyes.

Some of them can't hold the tears, some of them wanna still look tough.

At the end, we encourage each other for a better future.

Best memories and best friend to keep inside deep in my heart.

--------

Kemarin menjadi acara kumpul perpisahan lagi. Tapi kali ini lebih sedih dari sebelumnya. Setiap orang punya kristal di matanya.

Beberapa diantaranya tak dapat menahan air mata, dan lainnya masih ingin terlihat gagah.

Pada akhirnya, kami saling menyemangati untuk masa depan yang lebih baik.

Kenangan terindah dan teman terbaik yang pastinya tersimpan dalam lubuk hati terdalam.

---






Music

Berselancar